SEKILAS LSM ADAT MAESA'AN TOU MALESUNG

Latar Belakang Maesa'an Tou Malesung sebagai LSM Budaya Minahasa Adat dan Kebudayaan merupakan hal yang tak terpisahkan dari per...


Breaking News

I Jajat U Santi


SEKILAS PANDANG

Latar Belakang Maesa'an Tou Malesung sebagai LSM Budaya Minahasa Adat dan Kebudayaan merupakan hal yang tak terpisahkan dari peradaban manusia (tou) Malesung (Minahasa) yang memiliki corak sosiokultural (bermasyarakat). Hal itu dibuktikan dengan terbentuknya berbagai kesepakatan dan pemahaman-pemahaman terhadap kelangsungan dari kebudayaan itu sendiri, yang berawal dari perjanjian atau kesepakatan persatuan oleh nenek moyang orang Minahasa di Batu Pinawetengan, atau yang dikenal dengan prasasti Pinawetengan yang dilaksanakan pada beberapa kesempatan. Musyawarah untuk mencapai kata mufakat dan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh dalam semangat Pinawetengan, batu besar yang disebut tumotowa sebagai Watu Rerumeran ne Empung di bukit Tonderukan, yang kemudian dapat pula disebut sebagai wata’ esa ene yakni pernyataan tekad persatuan, setiap anak suku (READMORE...)

Minggu, 06 Maret 2016

MAEASA'AN TOU MALESUNG SEMAKIN MENDAPAT DUKUNGAN WARGA !

Sebagian Dewan Pengurus Pusat 
Tabea !!!! Yang berlalu tidak akan diingat lagi, terima kasih saudara, teman dan sahabat sekalian, sudah bersama-sama dengan perjuangan MAESA’AN TOU MALESUNG, walaupun hanya singkat, namun sudah memberi warna. Dan perlu diingat MAESA’AN TOU MALESUNG Tidak Pernah Akan Bubar !, tetapi akan tetap hidup dan bersama-sama seluruh komunitas dan masyarakat adat Minahasa dan Sulut, karena Opo Wailan Wangko (Tuhan Yang Maha Esa) diyakini tetap berada bersama-sama dengan lengkah organisasi. Saat ini, MAESA’AN TOU MALESUng telah mendapat angin yang lebih segar, dengan bergabungnya Tou Malesung dari berbagai penjuru dan diyakini mereka para sahabat dan saudara adalah pribadi yang tahan uji, bermental kuat dan berkarakter yang menopang kemajuan organisasi.
Panglima Besar Fangky "Waseng" Najoan beserta sebagian Wakil Panglima


Pengalaman dan daya cipta dapat digunakan dalam membesarkan organisasi. Ibarat kata pepatah Patah Tumbuh, Hilang Berganti maka yang patah sudah bertunas lagi dan yang hilang banyak penggantinya. Terima Kasih Sahabat – Rekan dan Saudara dari Desa Koha, Winangun, Malendeng, Banjer, Teling Tingkulu, Perkamil, Bahu dan Malalayang, Modoinding, Motoling, Dumoga, Bitung, Tetey, Likupang, Tatalu, Waleo, Airmadidi, Tondano, Pinawetengan serta kesetiaan tou Karombasan dan yang masih tersisa di Taas, serta daerah lain yang sudah menyatakan dukungan dan bergabung dalam membesarkan Tou Malesung lewat LSM MAESA’AN TOU MALESUNG. DAMAI DI HATI #beranikarenabenar #jujuryakinmenang


1 komentar:

Designed By